Sayang Sabah Facebook

Likes
Sayang Sabah Twitter

11,738

Followers

Sayang Sabah - Portal Berita Negeri Kita

Tujuh Kunci Kebahagiaan Pernikahan

5:16pm 02/11/2015 Zakir Sayang Sabah 174 views i-Muslim
Gambar Hiasan

Gambar Hiasan

Siapa yang tidak inginkan kebahagiaan. Semua manusia pasti menginginkannya, salah satu pintunya adalah melalui pernikahan. Tetapi apakah semua berakhir pada hal yang sama, ternyata tidak. Ada beberapa hal yang boleh menjadikan pernikahan sebagai kunci kebahagiaan:

(1) Pernikahan adalah AMANAT Allah SWT, maka jagalah amanat Allah itu sekuat-kuatnya dan seteguh-teguhnya, kerana Syaitan akan berusaha dengan SERIBU satu macam cara untuk menghancurkan Pernikahan tersebut.

Inilah ujian terberat dalam kehidupan, menjaga amanah Allah SWT dalam bentuk Pernikahan, dan ini memang tidak mudah, banyak sekali orang yang gagal mempertahankannya, kerana Syaitan terus saja menggoda pasangan suami isteri untuk terjerumus ke dalam lembah yang hina, yang berakhir dengan perceraian. Maka sering dijumpai pasangan suami isteri terus saja digoda atau tergoda oleh lingkungan disekitarnya, baik yang berada dalam dunia nyata ataupun dunia maya, ini banyak terjadi gara-gara jaringan sosial, FB, Twitter dan lain sebagainya, suami isteri boleh berpisah.

Syaitan memang punya banyak sekali cara agar suami isteri pecah berantakan. Itulah sebabnya pertolongan Allah SWT harus terus menerus dipanjatkan kepadaNya, kerana tanpa pertolonganNya pasangan suami isteri tidak bertahan lama, boleh berpisah di tengah jalan, dan itu tak pandang usia Pernikahan, tak ada jaminan yang sudah bertahun-tahun terus kekal.

(2) Pernikahan adalah SUNNAH RasulNya yang harus diikuti yang harus diikuti perasaan memiliki dan bertanggungjawab terhadap keutuhan rumah tangga, demi terciptanya panji-panji Illahi.

Perkara yang satu inipun tak mudah, memang sunnah Rasulullah s.a.w, namun kerana persoalan kehidupan yang terkadang rumit dari segi ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya, banyak orang yang tak sempat menjalankannya, bahkan ada yang sampai akhir hayatnya tetap membujang, bukan tak mau menjalankannya, namun berbagai faktor menghambatnya menuju ke gerbang perkahwinan.

Maka bagi yang sudah berumah tangga, yang sudah menjalankan sunnah RasulNya harus terus menerus dipelihara, lagi-lagi Syaitan berada di sekeliling rumah tangga tersebut, badai yang terjadi pada sebuah rumah tangga adalah sesuatu yang sangat disukai oleh Syaitan laknatullah, semakin tak bahagia sebuah rumah tangga, Syaitan semakin senang, kerana dalam rumah tangga yang tak bahagia adalah pintu terbesar yang dapat dimasuki oleh Syaitan untuk menghancurkan rumah tangga tersebut, maka WASPADALAH.

(3) Pernikahan adalah BAHTERA rumah tangga yang melaju di samudera kehidupan yang sangat luas, mengharungi ombak kehidupan menuju Pantai Illahi Robbi yang penuh redha dan diredhaiNya.

Perkara yang ketiga inipun, bukan main susahnya, menuju Pantai Illahi Robbi, pantai yang penuh dengan kedamaian, ketenangan, kebahagiaan, penuh redha dan ampunanNya, bagi sebuah rumah tangga di zaman yang kata orang zaman edan ini, sangat besar sekali godaannya, dan godaan tersebut ada di sepanjang jalan kehidupan rumah tangga, bila tak pandai-pandai meniti buih di tengah gelombang lautan kehidupan ini, boleh saja bahtera rumah tangga hancur berantakan ditimpa badai yang dasyat.

Pantai Illahi Robbi adalah tempat yang sarat dengan ujian, cobaan, rintangan, halangan dan lain sebagainya, ini harus dilalui oleh pasangan suami isteri, yang dari awalnya memang sudah beza, baik watak, sifat, kelakuan, gaya bicara dan lain sebagainya.

Maka bila yang ditonjolkan adalah perbezaannya, ini hampir kepada konflik! Yang dicari adalah persamaan-persamaan, betapapun kecilnya. Tidak MUDAH memang, namun bukan bererti tidak boleh! Niat yang tulus ikhlas dalam berumah tangga adalah kunci utama atau perahu yang kukuh untuk terus berlayar dalam lautan yang luas menuju pantai kebahagiaan yang telah disediakan bagi suami isteri yang soleh dan solehah, bagi suami isteri yang beriman dan bertaqwa kepadaNya dan terus menerus menjaganya sampai akhir hayat.

(4) Pernikahan adalah SIMPUL yang sangat kuat, kerana diikat langsung oleh Kalimat Illahi yang mengikat dua hati, dua jiwa menjadi satu dalam bahtera rumah tangga, dimana sang suami menjadi kepala rumah tangga dan sang isteri mendampinginya.

Dengan kalimat Illahi suami isteri yang tadinya dua manusia yang berbeza satu sama lain, diikat atau disatukan dalam rumah tangga, dengan demikian ikatan ini tak sembarangan, kerana ikatannya berupa dua kalimat syahadat yang diucapkan saat ada ijab Kabul di antara keduanya. Dengan ikatan syahadat ini suami isteri selalu diingatkan untuk terus menerus memperbaharui keimanan masing-masing.

Kerana keimanan seperti gerak gelombang, kadang naik, kadang turun, ini memang menjadi ciri keimanan manusia kebanyakan. Keimanan malaikat stabil, lurus terus. Keimanan para Rasul naik terus, sedangkan keimanan Syaitan turun terus. Jadi keimanan manusia, dalam hal ini suami isteri, berada di antara keimanan yang penuh dengan gerak, dan gerak itu boleh turun dan boleh naik.

Untuk itulah sepasang suami isteri harus terus menerus saling mengingatkan satu sama lain, agar ikatan Pernikahan tersebut tidak putus di tengah jalan. Untuk itu bila terlihat keimanan suami agar lemah, sang istri wajib mengingatkan, begitu juga sebaliknya bila keimana isteri merosot kerana cobaan atau ujian, sang suami wajib mengingatkan. Jadi kunci saling mengingatkan di antara suami isteri itu penting.

(5) Pernikahan adalah TAMAN Illahi, tempat berbagi, bercerita, bercengkrama, bercinta dan berkasih sayang antara suami isteri dengan penuh keikhlasan, kesabaran, ketabahan dan kebenaran.

Di Taman Illahi ini, taman yang di bangun berupa rumah tangga ini, adalah tempat yang paling indah dalam kehidupan di dunia, kerana tak ada kecantikan dunia yang dapat mengalahkan isteri yang solehah. Nah isteri yang solehah bila berada dalam rumah tangga yang sakinah, mawadah wa rahmah merupakan taman yang sangat indah, yang membuat suami merasai tinggal di dalamnya. Taman Illahi ini memang tak sembarangan, taman ini menjadi indah bila di isi oleh suami isteri dan anak yang semua tunduk dan taqwa kepada Allah SWT.

Rumah tangga yang penuh denga rasa kasih saying, saling cintai mencintai, penuh dengan keikhlasan dan kesabaran, maka dengan sendirinya taman itu telah terbentuk. Dan uniknya taman ini bukan kerana kekayaan harta benda, tapi kaya dengan hati yang lapang. HARTA bukan segalanya, namun bagi suami isteri yang dapat mengisi taman-taman tersebut dengan penuh senyum, tawa, berbagi dan saling nasihat menasihati dalam kesabaran, maka harta bukan satu-satunya faktor kebahagiaan.

(6) Pernikahan adalah KARUNIA Illahi yang diberikan kepada mereka yang mahu berbagi kepada sesamanya dalam suka mahupun duka, dan yang berusaha menundukkan egonya sendiri demi kebahagiaan bersama.

Karunia Illahi ini benar-benar terasa bagi sepasang suami isteri, kerana orang-orang yang beriman bila melakukan pernikahan separuh agamanya telah selamat, dan ini karunia yang sangat besar yang telah diberikan pada sepasang suami isteri. Kerana memang tak semua orang mendapatkan karunia yang besar ini.

Hebatnya lagi karunia Allah SWT ini nampak nyata saat melakukan kewajiban suami isteri dan itu mendapat pahala! Cuba itu, melakukan kewajipan suami isteri itu dapat pahala, syurga dunia itu diberikan pada sepasang suami isteri, halal dan berkat! Dan hal tersebut tak dapat dilakukan oleh orang-orang yang masih bujangan, jangan lupa yang halal.

(7) Pernikahan adalah LEMBAGA Illahi yang menaungi jiwa raga suami, isteri dan anak, demi terwujud keluarga yang sakinah, keluarga yang penuh redha dan ampunanNya, keluarga yang penuh lindungan dan rahmatNya.

Yang terakhir ini merupakan lembaga yang sangat baik untuk membina insan-insan yang muncul pada keluarga, kerana keluarga adalah lembaga sosial terkecil, namun yang paling utama dan pertama untuk mendidik anak-anak sebagai generasi masa depan, yang bukan hanya meneruskan terjadinya regenerasi dalam rumah tangga, juga regenerasi bagi masyarakat, bangsa, negara dan agama.

Dengan demikian lembaga Illahi yang telah terbentuk dalam sebuah rumah tangga harus terus menerus dijaga keutuhannya, kerana dalam rumah tangga inilah amanah Allah di berikan kepada sepasang suami isteri. Amanah Allah ini harus dijaga, dipelihara agar tetap di jalan yang diredhaiNya. Jalan yang penuh redha dan ampunanNya.

“WAHAI RABBKU, KARUNIAKANLAH KEPADAKU DARI SISI-MU ANAK KETURUNAN YANG BAIK. SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA MENDENGARKAN DOA.” (QS. ALI IMRAN [3]: 38)

Semoga Allah berikan Jodoh, Anak, Keluarga dan Lingkungan yang soleh sebagai bekal untuk Keselamatan di Dunia dan Akhirat kelak.

(Sumber: Blog Percikan Iman, di sunting oleh Zikri Zainudin)

Apa Komen dan Pendapat Anda

Artikel Berkaitan