Sayang Sabah Facebook

Likes
Sayang Sabah Twitter

11,806

Followers

Sayang Sabah - Portal Berita Negeri Kita

Mengapa Saya Susah Bangun Solat Malam?

4:04pm 02/08/2016 Zakir Sayang Sabah 53 views i-Muslim
Gambar Hiasan

Gambar Hiasan

Ibrahim bin Adham pernah didatangi oleh seseorang untuk meminta nasihat agar dia mampu mengerjakan solat malam (tahajud).

Beliau kemudian berkata kepadanya, “Janganlah engkau bermaksiat kepada Allah Azza Wajala di siang hari, nescaya Allah akan membangunkanmu untuk bermunajat di hadapan-Nya malam hari. Sebab munajatmu di hadapan-Nya di malam hari merupakan
kemuliaan yang paling besar, sedangkan orang yang bermaksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan itu.”

Sementara Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika engkau tidak mampu menunaikan solat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau sebenarnya sedang dalam keadaan terhalang, kerana dosa-dosamu begitu banyak.”

Seseorang datang kepada Imam Ghazali untuk menanyakan kepada Beliau mengenai sesuatu yang menyebabkannya tidak mampu bangun malam untuk mengerjakan solat. Beliau menjawab, “Dosa-dosamu telah membelenggumu.”

Al-Hasan berkata, “Tidaklah seseorang meninggalkan solat malam kecuali kerana dosa yang dilakukannya. Oleh kerana itu, periksalah diri kalian setiap malam ketika matahari terbenam, kemudian bertaubatlah kepada Robb kalian, agar kalian dapat mengerjakan solat malam.”

Dalam kesempatan lain, beliau menjelaskan, “Di antara pertanda
seseorang itu tenggelam dalam dosa adalah bahwa dadanya tidak
pernah lapang untuk dapat mengerjakan puasa di siang hari dan mengerjakan solat sunnah di malam hari.”

Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Aku pernah terhalang (tidak dapat
bangun) untuk mengerjakan solat malam selama lima bulan
disebabkan satu dosa yang telah aku lakukan.”

Ditanyakanlah kepada beliau, “Dosa apakah itu? “Beliau menjawab,
“Aku melihat seorang laki-laki yang menangis, lalu aku katakan di dalam hatiku bahwa itu dilakukannya sebagai bentuk kepura-puraan saja.”

Abdullah bin Mas’ud pernah ditanya oleh seseorang, “Kami tidak dapat bangun malam untuk mengerjakan solat”. Ia pun menjawab,
“Dosa-dosamu telah membelenggumu.”

Demikian juga memakan barang yang haram akan menghalangi
pelaksanaan solat malam. Sehingga badannya terasa begitu berat dan liat untuk beribadah.

Salah seorang dari kalangan Ulama mengatakan, “Betapa sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan solat malam.
Betapa sering pandangan itu menghalangi seseorang dari membaca satu surat dari Al-Qur’an.”

Sungguh seorang hamba itu akan memakan suatu makanan atau
melakukan sesuatu perbuatan yang menyebabkannya tidak dapat
mengerjakan solat malam selama satu tahun.

Demikian juga, kecintaan kepada dunia (hubbud dunya) dapat
menghalangi seseorang untuk melaksanakan solat malam.

Abu Thalib Al-Makki berkata, “Yang dapat menghalangi seorang
hamba dari melakukan solat malam, atau yang menjadikannya lalai dalam waktu sekian lama, ada tiga hal. Yaitu, memakan makanan yang syubhat, terus-menerus melakukan perbuatan dosa dan fikiran keduniaan menyelubungi di hati.”

Bertolak dari sini, kita dapat simpulkan bahwa yang boleh
membantu seseorang agar dapat mengerjakan solat malam itu
adalah;
1. memakan makanan yang halal,
2. istiqomah di dalam bertaubat,
3. menjauhi makanan yang haram dan syubhat,
4. menjauhi dosa dan maksiat,
5. menolak dominasi pikiran keduniaan dan kecintaan kepada dunia dari dalam hati dengan cara selalu ingat mati dan memikirkan akhirat atau apa saja yang akan ditemui sesudah mati.

*****

Sungguh, di antara solat sunnah yang paling utama adalah shalat
malam (tahajud).

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): Pada sebagian malam itu, bertahajudlah kalian sebagai ibadah tambahan bagi kalian. (Dengan solat malam itu) Allah pasti mengangkat kalian ke derajat yang terpuji (QS al-Isra’: 79).

Begitu pentingnya solat tahajud ini, Rasulullah ﷺ sampai
menyuruh kita untuk “mengqadhanya” saat tertinggal.
Beliau bersabda, “Jika kalian tertinggal dari menunaikan shalat
malam karena sakit atau hal lain, hendaklah kalian menunaikan
solat dua belas rakaat (rawatib) di siang hari.” (HR Muslim).

Dalam hadits lain beliau bersabda, “Siapa saja yang ketiduran hingga tidak menunaikan shalat witir atau sunnah-sunnahnya, Hendaklah ia menunaikannya saat terjaga.” (HR Muslim).

Sebaliknya, Rasulullah ﷺ “mencela” orang yang tidak melakukan solat malam, padahal dia sering bangun tengah malam.

Beliau bersabda kepada Abdullah bin Amr bin al-’Ash, “Wahai
Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan; ia bangun malam tetapi tidak menunaikan solat malam.” (Mutaffaq ‘alaih).

Semoga Allah ringankan hati dan langkah kita untuk tunaikan solat
malam.

 

Sumber Asal : Facebook Ustaz Iqbal Zain

(Sumber: QuranicGen.com)

Apa Komen dan Pendapat Anda

Artikel Berkaitan