Sayang Sabah Facebook

Likes
Sayang Sabah Twitter

11,761

Followers

Sayang Sabah - Portal Berita Negeri Kita

Hilangnya Budaya Tabayyun Dan Islah

11:24am 08/08/2016 Zakir Sayang Sabah 49 views i-Muslim
Gambar Hiasan

Gambar Hiasan

Dalam era kemajuan zaman kini pelbagai berita boleh diakses dengan mudah,bukan setakat komputer bahkan sekarang telah dimudahkan dengan kewujudan smartphone. Berita yang didapati dalam media social penyebarannya terlalu mainstream sehinggakan kita kadangkala tidak pasti adakah berita tersebut benar atau tidak.

Sebagai seorang muslim yang harus dilakukan pertama kali jika mendengar atau membaca sebuah berita ada berbaik sangka (huznudzon), kemudian Allah memerintahkan kita untuk melakukan tabayyun, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Alquran surat al Hujurat ayat 6 ;

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu.”

Sikap yang seharusnya kita lakukan agar tidak terpancing oleh berita fitnah ialah sebagaimana ajaran Islam membimbing kita, di antaranya: Tidak semua berita harus kita dengar dan kita baca, khususnya berita yang menceritakan aib dan merosakkan pikiran.

Tidak terburu-buru dalam membuat kesimpulan satu-satu berita, tetapi memerlukan tabayyun dan ketenangan dalam menelusurinya. Rasulullah sallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Pelan-pelan itu dari Allah, sedangkan terburu-buru itu dari setan.” (Musnad Abu Ya’la: 7/247, disahihkan oleh al-Albani: 4/404),

Al-Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Orang mukmin itu pelan-pelan sehingga jelas perkaranya.”.

Jelas bahawa Islam telah mengajarkan kita sikap tersebut, perkara ini juga akan mengukuhkan kita dalam sebuah keputusan, contohnya jika ada ikhwah atau akhwat kita yang telah lama tidak mengikuti program bersama dengan kita, tanpa kita tahu keadaannya yang sebenar sehingga kita terlalu cepat dalam mengambil keputusan untuk menghakiminya.

Bahkan kadang-kadang karena ada sedikit masalah pada mereka, masalah tersebut menjadi berkembang dan tersebar kemana-mana, masa lalu pun diungkit-ungkit untuk mencari-cari kesalahan, aib disebarkan ke mana-mana tanpa ada batasan.

Hal itu secara langsung dapat merosakkan ukhuwwah yang sudah dibangun sekian lama, hanya karena kesalahan sedikit rosak semuanya.

Begitu pula yang terjadi pada para pemimpin negeri ini, sebagai penjawat jawatan dalam negara yang seharusnya mendamaikan dan menyejahterakan rakyat, akan tetapi mereka melakukan perbuatan yang tidak selayaknya.

Seorang pemimpin haruslah menjadi teladan untuk rakyatnya. Menciptakan perdamaian dalam masyarakatnya.

Persaudaraan dalam Islam seperti struktur bangunan yang kukuh dan kuat. Komponen didalam bangunan itu saling memperkukuh dan memperkuat persaudaraan. Rasulullah pernah bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan puasa?” tanya Rasulullah SAW. Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal shalih yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim).

Seorang muslim diibaratkan seperti satu jasad. Jika salah satu anggota badan sakit anggota yang lain turut merasakan sakit. Di dalamnya ada perpaduan. Merasa prihatin atas penderitaan yang dirasakan orang lain.

Jangan biarkan salah faham tumbuh. Jangan biarkan adanya potensi dan bibit-bibit perpecahan atau pertengkaran.

Segeralah diselesaikan jika ada. Tabayyun dan Islah adalah sebahagian daripada kewajiban kita. Dengan budaya tabayyun dan islah kita harus meluruskan yang tidak lurus, mendamaikan yang tidak damai, dan menghilangkan kesalahpahaman.

Disunting daripada Dakwatuna.com

(Sumber: QuranicGen.com)

Apa Komen dan Pendapat Anda

Artikel Berkaitan