Kota Kinabalu
Kota Kinabalu
Sandakan
Tawau
Lahad Datu
Keningau
Putatan
Semporna
Kudat
Papar
Ranau
Beaufort
Kota Belud

Sayang Sabah - Berita Negeri Kita

Apakah Itu Cinta?

Gambar Hiasan

 

Rasulullah SAW bersabda;

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi”

Di sini telah ditetapkan ukuran dan standard daripada cinta.

Cinta terkadang hanya berupa pengakuan yang tanpa bukti, sedang setiap perkara seharusnya mempunyai bukti sehingga menjadi benar dan meyakinkan. Maka ketika kamu berkata;

“Sesungguhnya aku mencintai Allah”

Ini adalah sebuah permasalahan, kamu memberitahukan bahawa diri kamu mencintai Allah. Lantas cinta yang dimaksud seperti apa?

Kecenderungan dan rasa kasihan dalam hati dan cinta yang dimaksudkan ukurannya apa? Kamu senang ketika melihatnya? Firman Allah SWT;

“Dia tidak dapat dicapai dengan penglihatan mata” Surah Al-an’am: 103

Kamu suka ketika bersamanya, sedangkan Allah telah menetapkan dalam Al-Quran ketentuan untuk bisa bersama-Nya. Allah juga menjelaskan di dalamnya tentang apa yang Allah cintai (dan tidak).

Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang berbuat kerosakan. Maka jangan menjadi seorang perosak sedangkan kamu mengatakan bahawa kamu mencintai Tuhanmu!

Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. Maka jadilah orang baik!

Sesungguhya Allah juga mencintai orang-orang yang bertawakal. Maka bertawakallah kepada-Nya!.

وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan”

Maka jangan kita menjadi orang yang berlebih-lebihan. Seandainya kamu menjadi orang yang berlebih-lebihan maka bererti kamu tidak mencintai Tuhanmu.

Kalau begitu cinta dan tiadanya cinta yang telah Allah nisbatkan dalam Al-Quran itu dinisbatkan kepadamu sehingga kamu menjauhi sesuatu yang tidak disukai-Nya dan mendekati sesuatu yang disukai-Nya. Dan kunci semua ini adalah;

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi”. “

Jika kamu ingin menjadi seseorang yang dicintai Allah dan terlihat cintamu kepada Allah maka wajib bagimu mengikuti Rasulullah SAW;

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”

Dan;

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya kepada kamu, maka tinggalkanlah”

Jadi, bukti dari pengakuan cinta adalah saling berkaitan.

Oleh; Maulana Syaikh Ali Jum’ah

 (Sumber: Tazkirah.net oleh Ustaz Iqbal Zain)

Komen


Berita Berkaitan