Sayang Sabah Facebook

Likes
Sayang Sabah Twitter

11,653

Followers

Sayang Sabah - Portal Berita Negeri Kita

7 Cara Taubat Nasuha

9:58am 04/11/2015 Zakir Sayang Sabah 195 views i-Muslim
Gambar Hiasan

Gambar Hiasan

Manusia memang tidak ada yang bersih sama sekali dari dosa. Salah satu ciri manusia terbaik adalah segera bertaubat jika melakukan kesalahan baik secara langsung kepada Allah SWT mahupun kepada sesama manusia. Inilah beberapa cara-cara taubat nashuha:

1. “Annadm” penyesalan atas maksiat yang pernah dilakukan bahkan perih hati dan mudah menangis kalau ingat masa lalu.

2. “Al i’tiqod” berjanji bersumpah untuk tidak pernah lagi mengulanginya, Allah Swt berfirman:

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri (melakukan dosa besar), mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali Imran : 135).

3. “Dawaamul istigfaar”
terus menerus minta ampunan Allah SWT, Abu Bakar As Shiddiq mohon kepada Rasulullah s.a.w, “Ajarkanlah aku suatu doa yang mampu aku panjatkan saat munajat”, maka Rasulullah s.a.w pun bersabda, “Bacalah: ‘Allahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka antal ghafuurur rahiim, (Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali hanya engkau, maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisiMu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”, (HR Muttafaqun alaihi).

4. “Al iman bimagfirotihi”,
yakin sepenuh hati bahawa Allah Maha Pengampun dan Maha Menerima Taubat,

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba Ku yang melampaui batas dalam perbuatan maksiat, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Az Zumar : 53).

5. “Adzdzunuubu almatrukah” dosa yang Allah tidak ampuni sampai yang dizaliminya memaafkannya, seperti orang di pukul, di hina, di fitnah , kecuali yang di bunuh, maka keluarganya punya hak hukum untuk memaafkan atau menuntutnya, kalau tidak dilakukan maka tetap di akhirat akan dibalas, segeralah mohon maaf pada orang-orang yang pernah kita zalimi.

6. “Iaadatul maal” mengembalikan harta hasil kezaliman kepada yang dizalimi, kalau tidak menjumpainya lagi maka berikan kepada ahli warisnya, kalau tidak ada juga maka sedekahkan sejumlah hasil kezaliman itu, diniatkan atas nama orang yang dizalimi itu, seperti hasil korupsi, menipu, sogokan dan sebagainya, kalau tidak dilakukan ini Rasulullah mengecamnya, “Sungguh semua hasil kezalimannya akan digantungkan dilehernya walau sekecil jarum”.

7. Semuanya dilakukan dengan niat ikhlas benar-benar ingin Keredhaan Allah. Tak ada kekesalan sedikit pun untuk mengulangi lagi di waktu mendatang.

(Sumber: PercikanIman.org, oleh Ustadz Arifin Ilham)

Apa Komen dan Pendapat Anda

Artikel Berkaitan